Burung Murai Batu: Incaran Para Kolektor Burung Kicau


murai ekor panjang www.burung45.blogspot.com

Burung Murai Batu

GoKicau.com - Murai batu yang juga dikenal  sebagai kucica hutan (Copsychus malabaricus), adalah burung kicau yang terancam punah akibat perburuan. Termasuk dalam keluarga Muscicapidae atau burung cacing. Tersebar di seluruh pulau Sumatera, semenanjung Malaysia, dan beberapa pulau Jawa. Beberapa ahli menganggap ras dari Kalimantan Utara yakni Kucica alis putih (Copsychus malabaricus stricklandii) sebagai spesies terpisah.

Di habitat aslinya di hutan, burung ini disebut sebagai murai batu. Cenderung memilih hutan alam atau sekunder. Burung Murai batu adalah sekelompok burung-burung yang dikenal sebagai penjaga wilayah dan sangat kuat dalam membela wilayahnya. Murai batu memiliki suara nyaring bagus. Murai batu merupakan burung yang disukai penggemar burung kicau karena memiliki suara atau kicauan spesifikasi sangat baik.

Untuk wilayah Sumatera khususnya, banyak ditemukan jenis burung murai batu, seperti murai batu aceh, murai batu Medan, murai batu Nias, dan murai batu lampung.
Baca juga: Duo Maut Raja Kicau Burung Anis Kembang & Anis Merah
Penyebaran murai batu di pulau Jawa saat ini sangat terbatas dan hanya ditemukan di beberapa tempat, seperti di tempat-tempat yang berhutan konservasi atau wisata alam seperti contohnya adalah Taman Nasional Meru Betiri dan hutan Pananjung Pangandaran serta Taman Nasional Ujung Kulon.

Karakteristik Fisik Burung Murai Batu

Memiliki warna hampir sepenuhnya hitam diseluruh tubuh, kecuali bagian bawah tubuh yang berwarna oranye kusam. Ada sedikit warna biru di bagian kepala. Ekor panjang ditegakkan saat dalam keadaan terkejut atau berkicau. Tubuh berukuran 14-17 cm.

Jenis kelamin jantan dan betina memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Perbedaan yang sangat jelas antara betina dan jantan dapat dilihat secara fisik, untuk jantan memiliki bentuk tubuh yang lebih besar di banding betina. Jantan menghasilkan panggilan suara jauh lebih keras dan bervariasi di bandingkan betina.

Memilih Bakalan Murai Batu untuk Peliharaan

murai www.burung45.blogspot.com

Bagi yang ingin menikmati kicauan murai batu tanpa harus membeli murai batu gacor ada beberapa hal mutak yang perlu diketahui. Berikut beberapa hal  yang perlu diperhatikan dalam memilih bakalan murai batu :
  1. Berkelamin jantan. Tanda-tanda burung murai batu jantan bisa dilihat dari warna bulu hitam yang tegas mengkilap serta kontras dan mempunyai ekor yang lebih panjang dari pada burung murai batu betina. 
  2. Wujud paruh. Baiknya tentukan wujud paruh yang berpangkal lebar, tidak tipis, besar serta panjang. Paruh sisi bawah mesti lurus. Jangan menentukan bakalan yang mempunyai paruh bengkok.
  3. Kepala kotak, mata bulat besar serta melotot. Ciri ini mengisyaratkan murai batu memiliki mental tempur yang baik.
  4. Postur badan. Pastikan bakalan berpostur tengah dengan panjang leher, badan serta ekor dan kaki yang serasi. Jangan menentukan bakalan yang berleher serta berbadan pendek.
  5. Sayap mengepit rapat serta kaki mencengkram kuat. Ciri ini mengisyaratkan bakalan tersebut sehat. Warna kaki tidak punya pengaruh pada mental burung
  6. Lincah serta bernafsu makan besar. Ciri ini adalah tanda-tanda bakalan yang bermental baik.
  7. Panjang ekor yang cocok dengan postur badan. Pastikan bentuk ekor yang sedikit lentur.
  8. Leher panjang padat berisi. Mencirikan burung ini dapat mengeluarkan power suara dengan optimal.

Bentuk badan burung murai batu yang bagus tidak mutlak menentukan suara, melainkan dari tata cara perawatan kita serta keturunannya. Ciri fisik hanya mewakili 20% saja untuk kualitas dan karakter kicauan burung murai batu.
Baca juga: Cara Mengetahui Ciri Burung Cucak Ijo Paling Joss!
Selain itu,jika kita melihat asal-usul dari murai batu tersebut sebenarnya sudah bisa untuk kita gunakan sebagai patokan. Sebagai contoh, murai batu medan memiliki pamor dan wibawa cukup disegani di pasaran dan di berbagai arena kontes.

Bentuk Badan Murai Batu Medan Super Ekor Panjang

Murai batu medan memiliki postur tubuh relatif besar dan panjang dan murai batu dari jenis lain masih kalah untuk ukuran badan serta panjang tubuhnya. Nah dari sini sudah bisa untuk kita simpulkan, jika murai batu meda dengan bentuk badan besar dan memiliki ukuran panjang lebih dominan memiliki prospek cerah dalam hal kicauan.

murai-medan www.burung45.blogspot.com

Lain lagi dengan murai batu aceh, juga hampir sama dengan murai batu medan, untuk masalah suara dan kualitas tempur murai ini jangan diragukan lagi, tidak sedikit murai batu aceh mampu membawa pulang piala tingkat internasional. Ukuran dan bentuk badan murai batu lebih kecil jika kita bandingkan dengan murai batu asal medan.

Bentuk Badan Murai Batu Super Gacor

Sesuai penjelasan di atas, jika untuk menentukan suatu kualitas murai batu kita tidak bisa menggunakan ukuran dan bentuk badan. Namun jika kita melihat asal-usul murai batu yang sudah mampu menjuarai arena kontes, bentuk besar dan panjang adalah merupakan ciri murai batu berkualitas unggul dan bisa untuk kita gembleng menjadi murai batu calon juara.

Nah, jika kita melihat dari segi katuranggan murai batu, mungkin cara ini bisa untuk kita gunakan sebagai renungan, memang memilih murai batu sesuai katuranggan tidak akan memberikan kualitas seratus persen. Nah jika kita melihat dari katuranggan murai batu, untuk memilih ciri dan jenis murai batu berkualitas adalah sebagai berikut :

Kaki murai hitam menandakan jika murai batu tersebut sudah siap untuk tempur dan menandakan murai batu memiliki mental baja, cocok untuk di pertimbangkan.
Baca juga: Pelajari Karakter Burung Kacer Agar Jadi Jawara      
Burung murai batu dengan bentuk ukuran kaki lebih besar melambangkan jika murai batu memiliki pamor kuat, tidak akan ciut dengan suara burung murai lain. Ciri ini juga bisa untuk kita jadikan pilihan.

Murai batu dengan bentuk bagian paruh relatif besar dan pendek menandakan jika murai batu juga memiliki tipikal suara lebih pendek, melengking namun memiliki volume keras dan tajam, bisa juga untuk di jadikan pertimbangan.

Burung murai batu dengan ciri paruh tipis menandakan jika suara yang di keluarkan lebih melengking. Kurang bagus jika untuk kualitas kontes.

Murai batu dengan paruh lebar dengan adanya sebuah celah menandakan jika suara yang dikeluarkan lebih keras, ngebas dan terdengar lebih enak, mantap.

Murai batu dengan bentuk besar dengan ekor panjang dan bulu di bagian ekor relatif panjang menandakan jika murai batu cepat lelah dan hal stamina, murai batu dengan jenis ini kurang bagus jika kita turunkan di arena kontes.

Murai batu dengan bentuk leher tebal menandakan jika murai tersebut memiliki suara besar dan mampu menyaingi suara murai batu lain.

Bentuk fisik burung murai yang bagus serta ditunjang denga tata cara perawatan, makanan yang kita berikan serta faktor lain, misal trah dan keturunan, teknik pemasteran dan perawatan harian yang kita lakukan pastikan benar sesuai habitat murai batu di alam liar. Jika hal ini kita lakukan setiap hari mungkin akan lebih bagus jika hanya memilih burung murai batu hanya dari ciri dan katurangan saja.

Perawatan Harian Murai Batu untuk Lomba

Sebenarnya cara perawatan murai batu ini hampir sama saja dengan perawatan burung yang lainnya, yang pasti kita harus mengetahui karakter burung tersebut, mental matang, mudah galak atau justru susah bertempur dilapangan. Setelah mengetahui hal tersebut, barulah kita dapat mengontrol melalui makanan dan extra fooding nya.

Cara perawatan yang akan dsampaikan berikut ini khusus untuk burung murai batu yang sudah bermental matang artinya tidak terlalu galak ataupun tidak terlalu loyo.
Baca juga: Pesona Warna dan Kicau Burung Kolibri

Perawatan Harian Murai Batu

  1. Pagi sekitar jam 7.00 kerodong burung di buka ditempat teduh.
  2. Lalu berikan 5 ekor jangkrik.
  3. Berikan 2 sendok makan kroto yg sudah dibersihkan.
  4. Jemur 1-2 jam (tergantung kesenangannya) krn ada juga murai yg tidak mau dijemur terlalu lama, cukup setengah jam saja.
  5. Setelah selesai dianginkan 20 menit lalu ditutup, taruh di tempat teduh dan dikelilingi burung isian/masteran.
  6. Sore sekitar jam 3 sore buka kerodong lalu mandikan.
  7. Setelah selesai beri jangkrik kembali 5 ekor setelah itu tutup kembali dengan kerodong.
  8. Gantung burung di tempat yang tenang dan jangan terlalu terang sehingga burung dapat beristirahat dengan tenang.

Catatan :
  1. Untuk yang senang memberikan Vitamin sebaiknya cukup diberikan 2x seminggu, jangan terlalu sering memberikan vitamin, murai termasuk burung yang sensitif terhadap bau yang berlebihan.
  2. Jika terlalu sering dan terlalu banyak memberi vit, bisa-bisa murai batu jadi tidak mau minum sehingga burung jadi serak.
  3. Sebagai catatan tidak ada satupun murai batu yang menggunakan vitamin untuk perawatan harian kecuali jika burung sakit atau rontok bulu.

Perawatan H-7 Sebelum Lomba Burung Murai Batu

Untuk perawatan seminggu sebelum lomba yang dapat dilakuan sebagai berikut :
  1. Dari senin s/d rabu burung dirawat seperti rawatan harian di atas.
  2. Mulai kamis porsi jangkrik dinaikan yg tadinya 5 di pagi hari jadi 8 dan 7 di sore hari, total 15. Sedangkan perawatan lainnya sama dengan hari biasa.
  3. Jumat porsi jangkrik dinaikan menjadi 10 pagi dan 10 sore, tambah 5 ekor ulat hongkong dan perawatan lainnya sama dengan hari biasa.
  4. Sabtu porsi jangkrik dinaikan lagi 15 pagi, 10 sore, tambah 5 ekor ulat hongkong + kroto 2 sendok makan pagi hari saja dan khusus pada hari sabtu ini burung tidak dijemur dan tidak dimandikan pada sore harinya, jadi burung dikerodong seharian ditempat yang teduh setelah diberikan kroto, jangkrik, ulat hongkong.
  5. Pada hari minggu pagi burung diberi jangkrik 10 ekor, ulat hongkong 5 ekor dan kroto 2 sendok makan, burung tetap jangan dimandikan dan usahakan pada saat menunggu untuk dilombakan disimpan ditempat yang jauh dari lapangan lomba dan burung murai lainnya. sehingga diharapkan pada saat krodong dibuka dilapangan lomba burung dapat keluar nafsunya dan tenaganya masih full untuk menandingi lawannya.
  6. Jika akan diturunkan pada babak berikutnya burung kalau bisa jangan dimandikan, beri jangkrik 5 ekor, ulat hongkong 3 ekor dan simpan ditempat yang jauh.

Ingat murai merupakan burung dengan tipe petarung, sehingga dibutuhkan kondisi yang benar-benar prima pada saat dilombakan selain mental jawaranya.
Baca juga: Eksotika Burung Pleci yang Harus Anda Ketahui

Perawatan Setelah Lomba Burung Murai

Untuk menghindari burung Murai tidak menjadi galak setelah dilombakan, usahakan pulang dari lapangan lomba murai batu dimandikan dan jangan diberikan jangkrik kembali, perawatan berikutnya dapat dikembalikan kepada cara perawatan harian sebelumnya.

Sekali lagi cara perawatan diatas adalah cara perawatan yang hanya cocok untuk burung murai batu yang sudah memiliki mental yg matang, jika burung kegalakan atau malah kurang bergairah bisa disesuaikan dari cara pemberian extra fooding (EF) nya, terutama jangkrik dan ulat hongkongnya.

Jika burung kegalakan jangan pernah memberi ulat hongkong sebelum lomba dan jumlah jangkrik bisa dikurangi baik harian maupun seminggu sebelum lomba.

Sedangkan bila burung murai batu kurang bergairah bisa ditambah jumlah jangkrik yg diberikan baik harian maupun satu minggu sebelum lomba, disarankan jumlah ulat hongkong yang diberikan jangan terlalu berlebihan karena takut menimbulkan efek samping seperti rontok bulu atau kegalakan.

Efek Pemberian Doping pada Burung Murai Batu

Dari pengalaman pemberian doping ini sangat tidak anjurkan, karena akan menimbulkan efek samping yang tidak baik berupa ketergantungan terhadap doping tersebut dan burung tidak bergairah kembali setelah selesai mabung.

Murai batu yang didoping dengan orong-orong (kadal kecil) tiap hari, 3 hari sebelum lomba dan diberikan minuman tonik dan bitter, burung tersebut kerap berprestasi, tapi pada saat setelah burung murai batu mabung/rontok bulu burung tersebut terlihat tidak bernafsu untuk memakan orong-orong tersebut dan kondisinya tidak dapat pulih kembali seperti semula sampai akhirnya tenggelam prestasinya.

Kesimpulan, dari doping tersebut akan terlihat pada saat burung selesai mabung, dimana kondisi burung susah sekali untuk kembali ke kondisi prima sebelum dia mabung.

Sangat disarankan jangan pernah menggunakan doping apapun terutama orong-orong, kelabang dan minuman doping yang ada jika ingin murai batu berprestasi dalam jangka panjang.

Perawatan Pada Saat Murai Batu Mabung

Banyak sekali penggemar murai batu, baik yang pemula maupun yang sudah lama terjebak pada saat mengkondisikan murai batu jawaranya setelah mabung. Hal ini dikarenakan keinginan untuk segera melombakan kembali burung jawaranya.
Baca juga: Branjangan si "Master" Burung Kicau yang Sulit Ditaklukkan
Ada beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan oleh penggemar pada saat merawat murai waktu mabung dan jangan pernah melanggarnya.

A. Pada saat murai batu mau mabung.
  1. Rawatlah murai batu yang sedang mabung dengan baik dan selalu bersihkan kandangnya tiap hari.
  2. Jika awal burung mau mabung coba kurangi porsi jangkriknya dari 5 menjadi 2 pagi dan sore sedangkan porsi krotonya tambah menjadi 3 sendok makan/hari. Selama mulai rontok bulu burung tidak perlu dijemur.
  3. Kurangi waktu mandinya dari tiap hari menjadi 2-3 hari sekali, tapi kandang tetap dibersihkan tiap hari.
  4. Ubah waktu madinya menjadi antara jam 12 atau 1 siang, setelah mandi langsung kerodong dalam kondisi bulu basah dan jangan diangin-anginkan.
  5. Beri larutan Growvit di air minumnya sekucupnya (jangan terlalu banyak cukup seujung pentul korek api untuk tiap cangkir minum burung) dua hari sekali, baik untuk mempercepat perontokan dan pertumbuhan bulu.
  6. Jauhkan dari burung murai lain kalau bisa cukup satu burung murai dalam satu rumah.

B. Perawatan pada saat murai batu tumbuh bulu.
  1. Pada saat semua bulu, baik kepala, badan, sayap maupun ekor sudah jatuh maka kembalikan porsi perawatan kepada porsi perawatan harian seperti biasa baik makanan maupun pola mandinya. Ingat jangan pernah menjemur burung yang sedang tumbuh bulu sampai semua bulunya terutama ekor dan sayap selesai masa pertumbuhannya (full) karena ini akan menghentikan pertumbuhan bulu terutama ekor dan membuat bulu akan cepat tua.
  2. Selama pertumbuhan bulu berikan Growvit pd minumannya dg komposisi diatas 2 hari sekali dan campur air madi dengan obat mandi yang ada di pasaran.
  3. Burung harus terus dikerodong setelah diberikan makanan dan dibersihkan kandangnya baik sebelum atau setelah mandi di tempat yang teduh dan berikan burung isian disekelilingnya.
  4. Setelah bulu ekor dan sayap tumbuh maksimal mulailah dilakukan secara bertahap :
    - minggu ke 1 dijemur selama 1/2 jam
    - minggu ke 2 dijemur selama 3/4 jam
    - minggu ke 3 dan ke 4 selama 1 jam
    - minggu ke 5 dan ke 6 selama 1.5 jam
    - minggu ke 7 dan ke 8 selama 2 jam

Ingat dan jangan pernah melanggar atau akan menyesal :

Jangan pernah mengadukan murai batu sebelum 2 bulan penjemuran minimal, dijamin kalau murai batu jawara dan diadu sebelum 2 bulan pasti burung akan juara, tapi pada minggu-minggu berikutnya murai batu akan galak dan makin susah untuk mencapai performa seperti sebelum mabung, sampai burung tersebut mabung kembali.
Baca juga: Ocehan Khas Burung Kenari yang Menakjubkan
Setelah selesai penjemuran selama 2 bulan cobalah murai batu diberikan latihan kecil terlebih dahulu antara 15-20 burung agar burung tidak terlalu kaget, dan biasakanlah melombakan burung 2 minggu sekali agar burung murai batu dapat selalu tampil prima.

Extra Fooding (EF) Untuk Burung Kicau

Jangkrik

Jangkrik merupakan hewan serangga yang mempunyai kandungan protein yang sangat tinggi dari pada serangga yang lain. Selain protein, jangkrik juga mengandung beberapa asam amino baik asam amino 3 dan asam amino 6.

Selain itu, juga terdapat enzim dan mineral lainya yang semuanya itu digunakan sebagi bahan baku untuk berbagai bidang, karena itu penggemar burung kicau beranggapan bahwa jangkrik dapat meningkatkan power, jadi jangkrik mutlak diberikan.

Mengenai porsi bisa diberikan 2-3 ekor pagi dan sore tapi itu tergantung masing-masing burung pada intinya bagaimana burung mampu bekerja secara maksimal dengan porsi jangkring yang pas.

Kroto

Kroto adalah telur dari semut rang-rang (Oecophylla smaragdina) yang banyak digemari oleh burung-burung pemakan serangga, memberi kroto yang kaya protein dan vitamin untuk burung peliharaannya, demi kepuasan mereka mendengarkan kicauan burung yang merdu, atau waktu mereka menyiapkan burung-burungnya untuk mengikuti lomba.

Kroto diberikan agar burung menjadi lebih sehat sehingga rajin bunyi, karena kroto mengandung protein tinggi yang relatif mudah dicerna sehingga sebagian besar kicau mania merekomendasikan pemberian kroto walaupun dengan porsi yang berbeda-beda. secara umum kroto diberikan hanya 1 sendok bisa pagi atau sore, bisa tiap hari atau dua hari sekali, ada juga yang pemberian kroto hanya dilakukan menjelang turun lomba saja.

Cacing

Cacing tanah merupakan salah satu jawaban di dalam mengatasi kelangkaan masalah protein hewani untuk unggas. Kandungan protein cacing dari hasil penelitian menunjukkan cacing tanah mempunyai kandungan protein cukup tinggi, yaitu sekitar 72%, yang dapat dikategorikan sebagai protein murni.

Dihabitat aslinya murai batu suka makan cacing sehingga pemberian extra fooding berupa cacing banyak dilakukan.

Ulat Hongkong

Ulat hongkong (Tenebrio mollitor) termasuk salah satu jenis pakan yang digemari burung. Berbagai jenis burung sangat menggemarinya. Ulat Hongkong banyak digunakan oleh penggemar burung kicau sebagai pendongkrak stamina agar burung jagoan lebih fight dalam bertarung di atas gantangan.

Kebanyakan penggemar burung kicau menggunakan ulat hongkong hanya saat menjelang turung lomba atau sesaat sebelum naik gantangan, tetapi ada juga yang menjadikan ulat hongkong sebagai menu harian, semua tergantung dari kebiasaan.

Ulat Bambu (Ulat Bumbung)

Ulat bambu (Erionota thrax) biasanya dijual dalam kemasan bumbung bambu. Berbeda dengan ulat hongkong, ulat ini mempunyai kulit yang lebih tipis dan lunak sehingga kandungan kitin di dalamnya juga lebih sedikit. Dengan kondisi tubuhnya seperti ini maka ulat ini mempunyai nilai gizi yang lebih baik untuk burung, terutama untuk anak-anak burung, yang sistem pencernaannya tergolong masih peka.

Ulat Bambu banyak digunakan oleh pemelihara burung kicau sebagai pendongkrak stamina agar burung jagoan lebih fit.

Menjaga Stamina Mental dan Fisik Burung Murai Batu

Secara garis besar dapat disebutkan bahwasannya kunci utama berhasilnya perawatan burung adalah bisa kita lihat dari kemampuan kita untuk bisa menjaga kesehatan baik fisik maupun mental burung itu sendiri. Kesehatan fisik dimaksud adalah tercukupinya dalam hal ini 4 sehat dan 5 sempurna yang diantaranya meliputi kecukupan akan pakan, vitamin, air dan matahari.

Sedangkan dalam hal menjaga kesehatan mental yaitu bagaimana kita bisa mengkondisikan mental burung kita dalam kondisi senang dan tidak tertekan.

Untuk burung dengan pakan utama serangga seperti murai batu, setidaknya perlu kita berikan tambahan vitamin dalam jumlah dan rutinitas yang teratur. Namun hal tersebut sangat terkandung pula dengan kebiasaan kita dengan makanan tambahan sejenis voer murai batu yang biasa kita berikan.
Baca juga: Ragam Burung Cucak yang Banyak Diminati Kicaumania
Maksudnya disini seandainya burung kita sudah terbiasa kita berikan voer setiap hari dan dalam voer tersebut sudah mengandung vitamin dan suplemen yang cukup maka dirasa tidak perlu lagi untuk memberikan vitamin ataupun suplemen tambahan.

Disamping hal tersebut diatas, konsistensi kita juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan kita dalam memelihara burung peliharaan kita . Disini akan dipaparkan juga beberapa tip yang bisa kita jadikan acuan dalam hal menjaga kesehatan fisik yang diantaranya :
  1. Membiasakan memberikan pakan sesuai jadwal dan tidak membiasakan memberikan perubahan takaran dalam perbedaan yang sangat mencolok.
  2. Biasakan memandikan burung tepat waktu sesuai kebiasaan yang kita berikan.
  3. Penjemuran dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kalau bisa selalu terjadwal.
  4. Biasakan memberikan voer yang sekiranya masih mudah untuk didapatkan, karena kebiasaan menggonta ganti pakan akan sangat berakibat tidak baik pada peliharaan kita.
Sedangkan untuk menjaga kesehatan mental dapat kita lakukan dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :
  1. Membiasakan mengubah-ubah tempat menggantang burung dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.
  2. Jaga posisi tempat pakan agar tidak diubah-ubah.
  3. Posisikan tempat tangkringan dengan tidak sering kali melakukan perubahan.
  4. Membiasakan menutup burung dengan kerodong pada saat burung posisi istirahat.
  5. Membiasakan mempertemukan dengan burung lain ataupun burung sejenis untuk melatih mentalnya .
  6. Membiasakan burung tersebut dibawa bepergian kalau tujuan akhir burung kita tersebut untuk dilombakan.
  7. Membiasakan untuk melatih burung tersebut kalau dirasa mental burung kita tersebut sudah siap.
Disamping artikel diatas kita juga harus tahu fungsi dari beberapa jenis serangga yang biasanya kita berikan pada peliharaan kita, sehingga kita memiliki sedikit pedoman apa sepantasnya yang harus kita berikan.

Dimana sudah sering kali ada pembahasan apabila :
  1. Untuk menambah gacor harus ditambah pemberian krotonya.
  2. Untuk menaikkan birahi biar cepat teler perlu ditambah pemberian cacing ataupun ulat pisang.
  3. Untuk menaikkan power perlu penambahan jangkrik.
  4. Untuk meredam birahi kita berikan ulat bumbung.
  5. Ulat hongkong untuk menjaga suhu tubuhnya dikalau musim hujan.

Demikian mengenai artikel burung murai batu peliharaan secara lengkap. Jika anda menyukainya silakan share artikel ini media sosial yang Anda ikuti Twitter, Facebook, dsb.